Waspada Deman Berdarah

Waspada Deman Berdarah

Assalamualaikum wr.wb

Pada musim hujan biasanya banyak terdapat genangan air untuk tempat perkembangbiakan nyamuk diantaranya nyamuk Aedes sp. yang merupakan salah satu vektor penyakit demam berdarah dengue. Penyakit ini disebabkan oleh virus Dengue yang ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Aedes sp.

Demam berdarah dengue (DBD) bisa menyerang siapa saja, baik orang tua atau muda bahkan anak-anak. Menurut Kementerian Kesehatan RI, seekor nyamuk betina dapat terinfeksi virus dengue apabila sebelumnya nyamuk tersebut mengisap darah manusia yang sedang mengalami viremia. Viremia adalah kondisi akibat adanya kadar virus tinggi dalam tubuh, biasanya mulai terjadi sejak 2 hari sebelum demam muncul sampai 5 hari setelah terasa pertama kali. Nyamuk yang terkena virus dengue akan selamanya membawa virus tersebut.
Umumnya beberapa penderita DBD telat dalam mengenali ciri-ciri yang ditimbulkan oleh penyakit demam berdarah sehingga penderita tidak menyadari bahwa sudah terjangkit penyakit DBD.

Lalu apa saja gejala yang bisa dikenali?

  1. Mendadak panas tinggi selama 2-7 hari.
    • Fase 1 : demam tinggi 40°C pada 1-3 hari awal.
    • Fase 2 : demam turun hingga 37°C pada hari ke 4-5 disebut fase kritis karena jika tidak mendapat pengobatan terjadi penurunan trombosit secara drastis.
    • Fase 3 : pada hari ke 6-7 penderita akan merasa kembali demam,dinamakan fase pemulihan.
  2. Kondisi tubuh tampak lemas dan lesu.
  3. Mulai timbul bintik-bintik merah pada kulit.
  4. Sering terasa nyeri di ulu hati.

#SahabatRSA setelah kita tahu gejala yang ditimbulkan oleh penderita DPD, sebaiknya dilakukan upaya preventif pencegahan agar tidak mudah tertular oleh penyakit DBD.

 


Upaya pencegahan DBD yang mudah dilakukan, antara lain :
1. Lakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
2. Lakukan metode 4M Plus.
Apa itu 4M Plus?
1. Menguras tempat penampungan air.
2. Menutup tempat penampungan air.
3. Mendaur ulang barang bekas.
4. Memantau jentik nyamuk.
Plus :
– Membiasakan tidak menggantung pakaian di kamar.
– Memakai kelambu saat tidur.
– Memelihara ikan pemakan jentik.
– Membubuhkan abate.

Waspada DBD, Kita Sehat, Keluarga Sehat, Lingkungan Sehat bebas DBD!

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *